UPAYA PEMANFAATAN KEMBALI SISTA RL ARMED 130 MM

130 RL

 

Disusun Oleh :
Kol Cpl Sofyanil Husni

Pada sekitar tahun 1951 dari Negara Eropa Timur yaitu Chekoslovakia telah mmproduksi Sistem Senjata Arteleri yaitu RL. 130 mm 32 laras dimana pada sekitar tahun tujuh puluhan (1970) pernah menjadi salah satu kekuatan Sistem Senjata Arteleri Medan TNI AD yang cukup handal dan memiliki kemampuan daya hancur yang cakupannya sangat luas dapat mencapai ± 10.000 m²/ 1 Ha. jika sejumlah 32 laras tersebut ditembakan pada Sudut Arah (SA) dan Sudut Penembakan Arah Pokok (SPAP) yang sama, ketika masih menjadi Senjata utama Yon Armed 9/K pernah berjasa pada Operasi Seroja Timor Timur dalam rangka Gunkuat Satuan Armed TNI AD guna memberikan tembakan bantuan untuk menghancurkan kubu-kubu, parit-parit dan pemusatan perlindungan pasukan lawan.

Dengan berjalannya waktu usia pakai Sista tersebut menjadi tua diprediksi kemampuan Sista tersebut khususnya Munisi Rocket 130 mm HE yang ada menjadi menurun, sehingga saat itu Sistem Senjata tersebut perlu pembaruan disamping itu dengan adanya Validasi organisasi TNI AD pada sekitar Tahun 1984/1985 Sistem Senjata tersebut dinonaktifkan dari kekuatan TOP Satuan Armed TNI AD, sehingga keberadaanya beralih dari Senjata organik Yonarmed-9/K menjadi senjata di Balkir Gupusjat & Optik Ditpalad, di Puslatpur Kodiklat TNI AD Baturaja dan Senjata Alins di Pusdikpal Kodiklat TNI AD. Dalam penggunaan Sistem Senjata Armed RL. 130 mm ditopang dengan Kendaraan Truk PRAGA V-35 sehingga mempunyai daya gerak/mobilitas yang tinggi dan mampu memberikan kepadatan tembakan secara cepat dan daya hancur cukup luas karena Launcher atau Peluncur Rocket 1 (satu) unit berjumlah 32 laras dengan kecepatan tembak dapat diatur sesuai kebutuhan serta hanya dalam hitungan detik dapat menembakan 32 Rocket secara serentak.
BAGIAN SISTA ARMED RL. 130 MM.
Sista Armed RL. 130 mm Cheko 1 unit terdiri dari tiga bagian utama :
1. Munisi/Rocket 130 mm HE.
a. PD. Fuze.
b. Kepala Rocket/Hulu ledak
c. Tabung/badan Rocket.
d. Isian pendorong
e. Tutup dasar terdiri dari : 8 lubang Nozle dengan sudut inklinasi 14º ,Igniter/penyala system elektrik dan Booster pembakar

2. Launcher/peluncur sejumlah 32 laras.
3. Ran pengangkut PRAGA.
UPAYA PEMANFATAN SISTA RL. 130 MM CHEKO

Dari kondisi yang ada Sista RL. 130 mm Cheko seolah-olah merupakan materiil yang tidak berguna, sehingga keberadaannya kurang mendapat perhatian dan cenderung terabaikan. Dengan kebijakan Pimpinan TNI AD yang disampaikan pada saat Rapat Staf Angkatan Darat di RBY II Mabesad bahwa Sista RL tersebut harus dapat difungsikan kembali sehingga implikasi dari kebijakan Pimpinan tersebut menuntut Ditpalad selaku Pembina Materiil Angkatan Darat berupaya dengan seluruh kemampuan yang ada untuk memeriksa, menganalisa dan memperbaiki Sista RL. 130 mm Cheko tersebut dengan harapan asset tua tersebut dapat digunakan kembali untuk mendukung Program Binkuat TNI AD.

Upaya penanganan terhadap Munisi RL. 130 mm HE Cheko.

1. Langkah pertama dilaksanakan pemeriksaan teknis Diadakan Riknis terhadap Munisi RL. 130 mm HE yang berada di Gudmurah “A” 02-21-01 Paldam II/Swj.

2. Dari hasil Riknis tersebut diambil 5 butir untuk diadakan penelitian dan kajian lebih lanjut khususnya terhadap Igniter/penyala dan booster pada pelat dasar.

3. Pelaksanaan penelitian.

a. Diperiksa rangkaian arus listrik pada penyala dengan AVO meter dan saat diperiksa rangkaian dalam keadaan baik dengan indicator jarum penunjuk bergerak sesuai ketentuan.

b. Rangkaian tutup dasar dengan igniter/penyala dipasang pada tabung Rocket dan dimasukan dalam peluncur untuk mencoba apakah igniter/penyala bekerja dengan baik/tidak.

c. Dari hasil percobaan igniter/penyala tidak bekerja dengan baik dengan indicator pada saat dialiri arus listrik dari pemantik tidak timbul api karena isian pirhotehnik pada igniter/penyala tidak terbakar oleh panas elemen sehingga tidak membakar booster.

d. Setelah dianalisa arus listrik dari pemantik mampu membakar elemen, namun isian pirhotehnik sudah kadalu-warsa sehingga tidak terbakar.

e. Karena igniter dan booster tidak dapat dibuat oleh Ditpalad maka dilaksanakan kerja sama untuk pembuatan Igniter dan booster dengan PT. Pindad Persero Bandung.

f. Guna mengukur besaran tahan elemen pemanas yang akan digunakan untuk igniter maka perlu dilaksanakan penelitian dan pengukuran terhadap system lingkaran arus listrik untuk penembakkan pada Launcher yang sedang dilaksanakan perbaikan oleh Bengpuspal Ditpalad Bandung.

g. Jika pembuatan modifikasi igniter dan booster selesai, maka akan dilanjutkan dengan uji fungsi igniter dan booster secara statis menggunakan Nozel dan tabung motor rocket di PT. Pindad Persero.

h. Dari hasil uji tersebut, fungsi igniter dan booster baik, maka akan dilanjutkan uji fungsi rangkaian pembakaran Rocket mulai dari igniter, booster dan propellant, untuk pelaksanaan pengujian akan bekerja sama dengan Pustek Rocket LAPAN di Rumpin Bogor.

i. Pada tanggal 20 Maret 2012 telah dilaksanakan uji fungsi rangkaian pembakaran Rocket mulai dari igniter, booster dan propellant, dari hasil pengamatan uji tersebut disimpulkan bahwa igniter dan booster hasil modifikasi serta propellant yang ada pada Rocket berfungsi dengan baik dan layak pakai (indikasi cepat rambat pembakaran ± 0,67 detik), namun secara kemampuan/performance dan balistik belum dapat diukur karena pengujian tersebut baru tahap awal.

j. Untuk mendapatkan data balistik dan kemampuan Rocket diperlukan uji lanjutan yaitu untuk mendapatkan data cepat rambat pembakaran dan daya dorong dari propellant, selanjutnya dari hasil uji tersebut secara statistik dapat dihitung/diketahui kemampuan jarak tembak Munisi Rocket.

k. Pada uji lanjutan dengan Pustek Rocket LAPAN akan disiapkan Rocket 130 mm HE sejumlah 5 butir sebagai sampel beserta suku cadang berupa igniter dan booster, dengan jumlah sampel tersebut maka data statistik yang diperoleh akan lebih obyektif untuk mewakili jumlah Munisi Rocket yang ada.

l. Jika dari hitungan data statistik jarak tembak Munisi Rocket dapat mencapai 75 % s.d. 90 % dari jarak yang tercantum pada karakteristik maka secara keseluruhan Munisi Rocket 130 mm HE asset lama TNI AD akan dimodifikasi sehingga dapat ditembakkan.

m. Dari keberhasilan modifikasi igniter dan booster pada Nozel Munisi Rocket 130 mm HE Cheko asset lama TNI AD maka Mu Rocket 130 mm tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk menunjang kebutuhan Program Binkuat TNI AD.
Upaya penanganan terhadap Kendaraan Pengangkut/Pembawa.

Kendaraan pengangkut disamping sebagai pembawa Laoncher guna menunjang mobilitas juga berfungsi sebagai ampu/ landasan peluncur saat penembakan.

1. Kendaraan pengangkut/pembawa Launcher / Peluncur Rocket 130 mm 32 laras semula menggunakan Truk PRAGA, karena kondisinya rusak berat dan Sucadnya sulit didapat di pasaran maka kendaraan tersebut tidak digunakan lagi, sebagai pengganti menggunakan Truk Reo M 35A2 yang saat ini kondisi kendaraan tersebut juga mengalami rusak berat, saat ini sedang diupayakan untuk diperbaiki dengan cara mengganti mesin baru (Hercules DT.37, 6 Cilinder 3.700 cc) sebagai sumber tenaga.

2. Dengan berbagai pertimbangan secara teknis dihadapkan dengan rencana penggunaan Sista tersebut untuk dapat dioperasionalkan pada saat Latgab ANCAB TNI AD TA. 2012 maka untuk sementara menggunakan Ran Rik Meriam Kaliber 155 mm sebagai Ran pengangkut/pembawa Laoncher 130 mm 32 Laras dan saat ini siap operasional.

Kesimpulan

Sista Armed RL. 130 mm Cheko asset lama TNI AD yang selama ini tidak tersentuh, kini dapat diupayakan kembali untuk dioperasionalkan guna mendukung latihan dalam rangka Binpuan Prajurit TNI AD umumnya dan Prajurit Arteleri Medan khususnya. Bagi Corps Peralatan merupakan suatu keberhasilan yang mengembirakan dapat menghidupkan kembali asset yang sudah kadaluwarsa dan secara ekonomis dapat menghemat anggaran Program Pem-binaan Kekuatan TNI AD karena saat ini ter-dapat ± 1.000 butir Rocket 130 mm HE Cheko yang semula idel (tidak terpakai) da-pat dihidupkan kembali untuk ditembakkan.

“ Demikian semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi para pembaca sekalian, jika ada kekurangan mohon kiranya dimaklumi “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *