SEJARAH SINGKAT PERALATAN ANGKATAN DARAT

Ditpalad

Sejarah lahirnya Korps Peralatan dimulai dengan terbentuknya TNI Angkatan Darat sejak perang kemerdekaan. Pada tanggal 2 Juni 1947 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden Republik Indonesia yang mengesahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Seiring dengan peleburan dengan kesatuan yang berasal dari kelaskaran dalam tubuh TNI, maka badan – badan yang semula merupakan sumber Perbekalan Persenjataan dibentuk menjadi Inspektorat Persenjataan yang dikepalai oleh Letkol Soeryo Soerarso yang berkedudukkan di Markas Besar Keamanan Darat (MBKD) dengan tugas merawat persenjataan Divisi I s.d VII.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, bangsa Indonesia mengalami banyak pergolakan dan pemberontakan, di antaranya pemberontakan Andi Azis, peristiwa RMS, pemberontakan Ibnu Hajar, pemberontakan DI/TII Daud Beureuh dan lain-lain. Dalam situasi yang kritis ini maka pada tanggal 9 dan 10 Juli 1956 bertempat di Tugu (Puncak) diadakan konferensi intern Palad yang dipimpin langsung oleh Direktur Palad Mayor M. Rifai untuk mengadu pendapat tentang permasalahan yang timbul pada saat itu.

Konferensi tersebut menghasilkan kesepakatan yang dinamakan “Janji Perwira Palad” sebagai ikrar para perwira Peralatan Angkatan Darat dalam menjalankan tugas di masa mendatang, dan seterusnya janji Peralatan Angkatan Darat tersebut terpampang sebagai lambang pada tiap-tiap markas Palad di seluruh Indonesia yang merupakan pegangan hidup Peralatan Angkatan Darat.

Selanjutnya tanggal 10 Juli dijadikan sebagai hari lahir Peralatan Angkatan Darat. Pada tahun 1950 markas Direktorat Peralatan berkedudukan di jalan Budi Utomo No. 4 Jakarta. Selanjutnya pada tanggal 22 April 1961 diresmikan pemakaian gedung baru di jalan Matraman Raya No. 147 Jakarta Timur oleh Wakasad Letjen TNI Gatot Subroto. Di tempat inilah roda kepemimpinan Korps Peralatan dijalankan hingga saat ini.

Pimpinan Peralatan Angkatan Darat dari masa ke masa :

  1. Periode 1946 – 1950 : Letkol Cpl Soeryo Soerarso
  2. Periode 1950 – 1951 : Mayor Cpl Ir. Probonagoro
  3. Periode 1951 – 1956 : Letkol Cpl M. Sriamin
  4. Periode 1956 : Kolonel Cpl D. Soeprayogi
  5. Periode 1956 – 1962 : Brigjen TNI Moch. Rifai
  6. Periode 1962 – 1967 : Brigjen TNI R. Hartono Wiryodiprojo
  7. Periode 1967 – 1968 : Brigjen TNI Hadi Soejatno
  8. Periode 1968 – 1975 : Brigjen TNI H M. Soenarto, BA
  9. Periode 1975 – 1978 : Brigjen TNI Pranowo Martodihardjo
  10. Periode 1978 – 1983 : Brigjen TNI Makhlani Yudhokusumo
  11. Periode 1983 – 1987 : Brigjen TNI Soejono
  12. Periode 1987 – 1991 : Brigjen TNI Djoko Sardjono
  13. Periode 1991 – 1993 : Brigjen TNI Daryoto Supono
  14. Periode 1993 – 1995 : Brigjen TNI Widada Sapta. MP
  15. Periode 1995 – 1998 : Brigjen TNI Kirtiyoso,S.I.P, SH
  16. Periode 1998 – 2000 : Brigjen TNI Imam Muchtar, S.I.P.
  17. Periode 2000 – 2003 : Brigjen TNI Muhammad Nasrun
  18. Periode 2003 – 2006 : Brigjen TNI Heru Gunaedi, S.T.
  19. Periode 2006 – 2008 : Brigjen TNI RM. Abdoel Rachman, S.I.P.
  20. Periode 2008 – 2010 : Brigjen TNI Heri Supraba, S.I.P.
  21. Periode 2010 – 2012 : Brigjen TNI Joko Sriwidodo
  22. Periode 2012 – 2013 : Brigjen TNI P. Prasetyanto, S.I.P, M.M.
  23. Periode 2013 – 2014 : Brigjen TNI I Wayan Cager
  24. Periode 2014 – 2015 : Brigjen TNI Basuki Abdullah
  25. Periode 2015 – sekarang : Brigjen TNI D. Doetoyo